Bantuan Pangan Gempa NTT Dijamin Aman, Pemerintah Pastikan Stok Lebih dari Cukup
JAKARTA Pemerintah memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam kondisi aman dan mencukupi. Distribusi bantuan terus dipercepat melalui koordinasi pemerintah pusat, Badan Urusan Logistik (Bulog), dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) agar kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak segera terpenuhi.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan stok pangan di NTT lebih dari cukup. Pemerintah menargetkan bantuan untuk wilayah yang dapat dijangkau segera terdistribusi secara merata dalam satu hingga dua hari.
Dijamin, terkait bantuan pangan dipastikan aman, di NTT. Bulog, Bapanas bergerak cepat. Soal waktu, pihak kami memakai kapal dengan lama perjalanan 1-2 hari semua akan rata, insyaAllah semua akan dapat, kecuali memang yang tidak memungkinkan daerah itu dituju, kata Zulhas.
Ia menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan pangan selama masa tanggap darurat. Menurutnya, stok beras, telur, ayam, ikan, hingga gula tersedia dalam jumlah yang memadai.
Pangan kita aman, tidak perl khawatir. Beras banyak, telur banyak, ayam banyak, ikan banyak, gula banyak. Makanan kita cukup, lebih dari cukup, tegasnya.
Namun, Zulhas mengakui distribusi bantuan di sejumlah lokasi menghadapi tantangan karena kondisi geografis dan akses yang terganggu akibat bencana. Pemerintah akan memprioritaskan penanganan kebutuhan darurat sebelum melanjutkan tahapan pemulihan lainnya.
Di sisi lain, respons cepat pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak gempa Flores mendapat apresiasi Gubernur NTT Melki Laka Lena. Terima kasih Pak Menteri Pertanian yang terus mendukung kami di Flores membantu korban gempa, ujar Melki.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman sebelumnya memerintahkan agar bantuan pangan segera disalurkan tanpa menunggu proses administrasi selesai. Bantuan yang diajukan pemerintah daerah mencapai 861,5 ton beras dengan nilai sekitar Rp12,1 miliar.
Ini perintah Bapak Presiden, kita harus bergerak cepat, menyelesaikan masalah, bukan membawa masalah ke Jakarta. Ambil dulu beras di gudang, proses izinnya dan persetujuannya belakangan. Ini darurat, tegas Amran.
Selain bantuan khusus bencana, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan reguler sekitar 25.579 ton beras kepada 861.058 penerima di NTT untuk periode Juli-September 2026.
Deputi Bapanas Andriko Noto Susanto menegaskan bantuan akan terus diperkuat agar masyarakat terdampak tidak mengalami kekurangan pangan. Harapan Pak Menteri Pertanian, masyarakat di wilayah Flores yang terdampak gempa tidak ada persoalan terkait dengan kekurangan pangan, ujar Andriko.
Pemerintah memastikan bantuan terus bergerak dari gudang hingga ke masyarakat, sebagai bagian dari komitmen mempercepat penanganan bencana dan pemulihan kehidupan warga terdampak
(*/rls)

